Perasaan itu Bodoh
.
Perasaan itu bodoh, dia tidak paham mana yang benar dan mana yang tidak. Dia hanya bisa merasa, mana yang terasa membahagiakan dan mana yang terasa menyusahkan. Apa yang membuat bahagia perasaannya, ada rasa ketagihan untuk selalu ingin merasa bahagia, lagi dan lagi. Apa yang membuat menyusahkan, jika bisa, tak mau lagi ada. Jika bisa, jangan pernah merasa.
.
Perasaan itu bodoh, dia tidak mengenali waktu yang tepat untuk jatuh cinta. Tidak mengenali pada siapa seharusnya dia jatuh cinta. Yang dia tahu hanyalah jatuh cinta itu membahagiakan. Maka, bahagia itulah yang di ikuti. Seandainya manusia hidup mengikuti perasaannya saja, maka untuk apa agama diturunkan?
.
Allah menurunkan Islam dan Syariat-Nya sebagai aturan untuk menyelisihi hawa nafsu manusia (QS. Al Jatsiyah ayat 18) karena manusia merupakan makhluk yang dzolim dan bodoh (QS Al Ahzab ayat 72).
.
Manusia selain dianugerahi perasaan, dianugerahi juga dengan akal untuk berpikir. Akal adalah salah satu peripheral hidayah. Dengan akal, manusia dapat mengenal Tuhannya, dan dapat mengikuti Syariat dengan benar. Jika manusia beragama dengan perasaan, maka perasaan akan membimbingnya untuk memilah dan memilih, mana Syariat yang dia sukai akan dia kerjakan, yang tidak dia sukai akan dia tinggalkan.
.
Dengan berpikir, seorang manusia dapat menjadi manusia dengan segala hakikatnya. Menundukkan diri sebagai hamba dengan ketundukan yang sempurna, yaitu ketakwaan yang totalitas, In Syaa Allah.
.
Ditulis oleh @adjihmubarok Tim Penulis @IndonesiaTanpaPacaran
.
.
#IndonesiaTanpaPacaran #GerakanNikahMuda #CalonUmiShalehah #NikahAsik #DakwahKampus #IslamicWedding #Wedding #DakwahAsik #YukNgaji #IndonesiaBertauhid #DakwahTauhid
#GenerasiSyurgaAkhirZaman

http://indonesiatanpapacaran.com/wp-content/uploads/2018/11/f451cab9-9f2d-4860-ae9a-a240961d1cbf.jpghttp://indonesiatanpapacaran.com/wp-content/uploads/2018/11/f451cab9-9f2d-4860-ae9a-a240961d1cbf-150x150.jpgindonesiatanpapacaranArtikelCintaIndonesia Tanpa PacaranMuslimahNafsiyahPerasaan itu Bodoh . Perasaan itu bodoh, dia tidak paham mana yang benar dan mana yang tidak. Dia hanya bisa merasa, mana yang terasa membahagiakan dan mana yang terasa menyusahkan. Apa yang membuat bahagia perasaannya, ada rasa ketagihan untuk selalu ingin merasa bahagia, lagi dan lagi. Apa yang membuat menyusahkan, jika...