Indahnya mencintai dan dicintai. Hakikatnya cinta adalah sebuah fitrah manusia, datang tanpa paksaan tetapi terkadang bertahan dengan paksaan. Manusia pada era milenial ini mendevinisikan cinta adalah pacaran,padahal itu salah besar. Beda konteks sebenarnya antara cinta dan pacaran
.
Cinta itu adalah rasa sedangkan pacaran adalah sebuah hasrat. Ibarat kita memakan gula, yah tentunya kita akan merasakan rasa manis dan itu tidak akan pernah berubah. Berbeda hal dengan hasrat, hasrat adalah sebuah keinginan atau harapan. Jika keinginan atau harapan tersebut dilandasi dengan hawa nafsu yang berlebihan maka itu akan menjadi masalah. Itu makanya kebanyakan orang pacaran merasa bahwa mereka memiliki satu sama lain, yah itu karena mereka menempatkan nafsu bukan pada tempatnya
.
Ada salah satu penyakit berbahaya yang menjangkiti banyak sekali penduduk bumi
Penyakit tersebut namanya “Wahn”. Kalo menurut refrensi yang aku baca, Rasulullah pernah mengatakan bahwa Wahn adalah salah satu penyakit jiwa dimana penderitanya terlalu cinta dunia dan takut mati. Lalu apakah salah jika kita mencintai dunia? Tidak! Yang salah adalah jika kita menempatkan cinta kepada harta, takhta, dan manusia diatas kecintaan kepada Allah. Nah, pada kenyataanya itulah yang terjadi pada jaman sekarang. Mereka menuhankan pacarnya hanya demi memuaskan nafsu sesaat
.
Tidak salah kok kita semua mencintai wanita. Bahkan sahabat Usman ibn Affan dengan blak-blakan jika ia sangat cinta kepada wanita. Pada intinya kita harus benar-benar bisa menempatkan diri
.
Cinta tak perlu kode apapun dari manusia, cukup satu kode saja, yaitu kode dari Allah sang pemberi rasa. Katanya cinta dalam diam, kok masih main kode-kodean? Masih belum percaya dengan kekuatan doa?. Cukuplah bersenjata dengan doa saja, biarkan kamu dan Allah saja yang tahu apa yang kamu ingin. Jika kita tak memohon kepada sang Pencipta Rasa cinta, lalu dengan siapa lagi kita memohon?
.
#IndonesiaTanpaPacaran

http://indonesiatanpapacaran.com/wp-content/uploads/2018/03/1-ITP.jpghttp://indonesiatanpapacaran.com/wp-content/uploads/2018/03/1-ITP-150x150.jpgindonesiatanpapacaran#IndonesiaTanpaPacaranArtikelCinta  Indahnya mencintai dan dicintai. Hakikatnya cinta adalah sebuah fitrah manusia, datang tanpa paksaan tetapi terkadang bertahan dengan paksaan. Manusia pada era milenial ini mendevinisikan cinta adalah pacaran,padahal itu salah besar. Beda konteks sebenarnya antara cinta dan pacaran . Cinta itu adalah rasa sedangkan pacaran adalah sebuah hasrat. Ibarat kita memakan gula,...