Menikah itu menyatukan dua kepala. Menyatukan satu kepala saja, Antara hati dan pikiran sendiri suka bentrok. Maka belajarlah menjadi dewasa!
.
Calon umi shalehah jangan lupa melatih mencuci pakaian sejak dini ya. Jangan sampai saat sudah menikah, cuci pakaian pribadi pun belum bisa. Masa’ menyuruh suami yang cucikan? Lakukan itu dengan ikhlas, sehingga mental Anda jadi kuat dan tidak kaget saat menjalani kehidupan sebagai istri.
.
Calon umi shalehah perlu melatih mental dewasa. Sebab, jangan membayangkan menikah itu tidak akan ada masalah. Seolah indah terus seperti di drama Korea Selatan. Ha! Suatu hal yang mustahil dan suatu hil yang mustahal. Semua pasti dilanda masalah, tapi yang membedakan adalah kekuatan mental untuk menghadapinya. Kalau mental dewasa sudah kuat, bila bertemu masalah, Anda akan berusaha cepat keluar darinya. Tapi jika masih kekanak-kanakkan, masalah bisa tidak selesai-selesai. Akhirnya jadi menumpuk, semakin besar dan meledak lewat perceraian.
.
Menikah itu menyatukan dua kepala berbeda. Cuma satu kepala saja, antara hati dan pikiran sendiri suka bentrok. Apalagi menyatukan dua orang berbeda, tentu lebih sulit. Tapi, dengan melatih mental dewasa sejak dini, kelak akan enjoy saja menghadapi masalah rumah tangga.
.

http://indonesiatanpapacaran.com/wp-content/uploads/2018/02/27540278_2094594190774096_9207757086543428858_n.jpghttp://indonesiatanpapacaran.com/wp-content/uploads/2018/02/27540278_2094594190774096_9207757086543428858_n-150x150.jpgindonesiatanpapacaranArtikelMenikah itu menyatukan dua kepala. Menyatukan satu kepala saja, Antara hati dan pikiran sendiri suka bentrok. Maka belajarlah menjadi dewasa! . Calon umi shalehah jangan lupa melatih mencuci pakaian sejak dini ya. Jangan sampai saat sudah menikah, cuci pakaian pribadi pun belum bisa. Masa’ menyuruh suami yang cucikan? Lakukan itu dengan...