2013-11-03-09.11.07-655x491

Gaul Fresh.com- Mengetahui ada saudara kita seakidah yang memutuskan buat ngaji, pasti rasanya senang luar biasa. Tapi apa jadinya kalau ternyata teman kita itu ngaji bukan diawali niat tulus untuk mencari kebenaran, melainkan karena “si dia”. Iya, karena sahabat kita pengen menarik perhatian cowok soleh yang ngaji di pengajian yang sama. Wah, kalau nggak segera dilurusin tuh niatnya, bakal berbahaya. Setidaknya ada tiga efek samping, berubah karena niat yang nggak ikhlas.

Pertama, perubahannya hanya sementara. Namanya perasaan ya, suka hilang timbul. Hari ini ingin, besok udah nggak, trus ntar bisa pengen lagi, kumat kumatan deh pokoknya. Jadi, kalau pengen ngaji atas dorongan rasa suka sama seseorang, pengen dapat perhatian dari si dia, maka dijamin nggak bakal bertahan lama. Semangat ngaji itu akan hilang, saat yang diharapkan ngasih perhatian tahu-tahu nggak merespon. Atau rasa suka itu emang udah hilang, karena ada hal lain lagi yang lebih menarik perhatian.

Kedua, nggak dapat pahala. So pasti, namanya juga nggak ikhlas, nggak bakal berpahala dong. Allah Swt hanya akan ngasih nilai plus sama kita kalau ngelakuin ajaran Islam plus niat semata melakukannya karena Allah Swt, bukan karena manusia.

Ketiga, waktu habis tersia. Sekian lama mengkaji Islam, tahu-tahu berhenti di tengah jalan karena niat yang nggak ikhlas. Udahlah pahala nggak diraih, pastinya waktu yang udah dihabiskan bakal tersia. Waktu yang udah lewat nggak bakal kembali, tersia karena melakukan sesuatu yang nggak bernilai di hadapan Allah Swt. Rugi banget kan ya.

So, kalau ternyata ada yang baca artikel ini trus mengalami masalah yang sama, buruan deh putar haluan, luruskan niat berbuat karena Allah Swt. Hidup kita semata dijalankan dalam rangka beribadah untuk meraih ridhaNya. Buat apa berbuat sesuatu yang sia-sia, iya kan.

By. Eva Arlini (Kontributor Gaul Fresh & Aktivis

Eva Mustanir#IndonesiaTanpaPacaranCelotehCintaKalau Ngaji,Karena Dia,RugiGaul Fresh.com- Mengetahui ada saudara kita seakidah yang memutuskan buat ngaji, pasti rasanya senang luar biasa. Tapi apa jadinya kalau ternyata teman kita itu ngaji bukan diawali niat tulus untuk mencari kebenaran, melainkan karena “si dia”. Iya, karena sahabat kita pengen menarik perhatian cowok soleh yang ngaji di pengajian...