tumblr_njtcimWolj1u5cr2do1_1280

Gaul Fresh.com- Eits, jangan protes dulu. Saya paham kalau nggak ada yang salah sama perasaan cinta. Tertarik pada lawan jenis itu memang fitrah yang udah diberikan Allah Swt pada setiap manusia. Justru kalau nggak pernah ngerasa tertarik pada lawan jenis, itu nggak normal namanya. Tapi, bukan berarti lantas fitrah itu boleh disalurkan sesuka hati kita.

Nah, letak bahaya jatuh cinta yang saya maksud disini adalah ketika seorang muslim jatuh cinta pada orang yang nggak tepat, lalu nggak ngerti gimana harus berbuat sesuai Islam. Dia bisa jatuh kejurang kesalahan. Apalagi kalau terjadi timbal balik alias sama-sama suka, dan sama-sama pula tak mengerti cara Islam menyalurkan perasaan cinta. Akibatnya, mereka bisa milih jalan pacaran yang dicontohkan banyak orang di luar sana.

So, kita kaum mukmin kudu belajar mengelola perasaan cinta, supaya nggak salah menempatkannya, yang bisa menghantarkan pada murka Allah Swt. Pertama, sadari bahwa rasa cinta adalah pemberian Allah Swt. Cinta, salah satu nikmat hidup dari Allah Swt. Menyadari hal itu, membuat kita bersyukur dan dengan senang hati tunduk pada cara mengelola cinta ala Islam.

Kedua, kenalilah karakter rasa cinta, bahwa ia merupakan potensi yang nggak harus dipenuhi saat kemunculannya. Kita nggak bakal mati kalau nggak memenuhi rasa cinta. So, dengan paham hal ini, semakin kuatlah diri kita untuk ikut jalur Islam dalan menjalani hidup kita.

Ketiga, pelajari tata pergaulan dalam Islam. Islam memerintahkan cowok dan cewek untuk nutup aurat masing-masing. Kalau cowok, nutup bagian pusar ke bawah dan lutuh ke atas. Yang cewek pakai jilbab (gamis) dan kerudung keluar rumah. Udah gitu, tundukkan pandangan dari aurat orang-orang yang sedang bertebaran di luar sana. Memandang wajah itu boleh. Tapi kalau kira-kira bakal ada gelagat aneh pada perasaan kita saat lihat cowok cakep misalnya, ya jangan dilihat wajahnya. Yang paling penting, jangan bercampurbaur. Karena campurbaur sering jadi sarana munculnya perasaan pada yang bukan hak kita.

Keempat, senantiasa belajar Islam, berdakwah dan berkumpul dengan orang-orang shaleh. Kalau udah dijaga betul diri kita dari jatuh cinta pada yang bukan hak kita, tapi masih kecolongan, kita kudu jalani resep Rasulullah. Mungkin ada ikhwan sang aktivis dakwah di sekolah atau kampus yang begitu shaleh, sehingga buat kamu jatuh cinta. Nah, kalau emang siap menikah, tawarkan aja pada sang ikhwan untuk dinikahi. Nggak perlu malu. Toh, bunda Khadijah nggak malu nyampein maksud beliau sama Rasulullah Saw.

Tapi, kalau ternyata sang ikhwan belum siap nikah, atau malah kamunya yang malu nyampein maksud kamu ke dia, maka kamu harus rutin puasa sunnah. Trus, tingkatkan durasi aktivitas keislamanmu. Dengan aktif menghafal qur’an, sholat sunnah, ngaji dan berdakwah, insya allah rasa itu akan teralihkan sampai waktu yang indah itu tiba. So, jaga iman, jaga pikiran, jaga hati dan jaga diri dengan Islam. Ok

By. Eva Arlini (Kontributor Gaul Fresh & Aktivis MHTI)

Eva Mustanir#IndonesiaTanpaPacaranCintabahaya,Jatuh CintaGaul Fresh.com- Eits, jangan protes dulu. Saya paham kalau nggak ada yang salah sama perasaan cinta. Tertarik pada lawan jenis itu memang fitrah yang udah diberikan Allah Swt pada setiap manusia. Justru kalau nggak pernah ngerasa tertarik pada lawan jenis, itu nggak normal namanya. Tapi, bukan berarti lantas fitrah...