jjjjjjjjjj

GaulFresh.com- Kalau kita meminta pengakuan dari para remaja khususnya, apakah perzinahan itu dosa? Pasti dijawab, dosa! Apakah perzinahan itu baik? Pasti dijawab, tak baik! Nah loh, namun, dizaman yang serba modern, zaman yang kakek-Nenek udah kayak anak ABeGe, zaman modern. Arus kehidupan amat membuai para penikmatnya, ditambah lagi, aturan hidup yang awut-awutan, belum lagi para pemimpin yang banyak membuat hukum untuk kepentingannya atau kelompok tertentu saja, yang pada intinya tak mengikuti hukum yang Allah berikan.
Zina merupakan fenomena kerusakan, sekaligus pertanda dekatnya hari Kiamat, seperti yang terangkat dalam shahih dari Anas ibn Malik. Ia berkata, “aku akan mengatakan kepada kalian semua suatu perkataan yang tiada seorang pun mengatakan kepada kalian sesudahku. Aku mendengar Rasulullah s.a.w bersabda, ‘salah satu tanda hari kiamat adalah ilmu diangkat (dari bumi), kejahilan semakin nyata, minuman keras ditenggak, PERZINAHAN dilakukan secara terang-terangan, dan jumlah lelaki semakin berkurang, sehingga nilai seorang lelaki sama dengan lima puluh orang perempuan.’”
Amatlah besar pula azab Allah bagi orang-orang yang berzina dan negeri yang banyak penzinahnya. Bagaimana contohnya kaum Nabi Luth yang Allah binasakan dalam waktu sekejap dengan sepedih-pedihnya hukumannya. Murka Allah sangat keras sehingga membekas pengaruh di bumi berupa siksaan atau hukuman. Abdullah ibn Mas’ud berkata, “tiada tampak perzinahan dan riba disuatu tempat, kecuali Allah memerintahkan untuk dibinasakan.” Bagaimana dengan Indonesia? Apakah di Indonesia banyak penzina nya? Seperti yang terdapat diberbagai media massa dan cetak, bahwa banyak para remaja khususnya yang asik ber-asyik masyuk dengan bukan muhrimnya, di Bogor setiap harinya setidaknya seorang siswi hamil, belum lagi berita kelulusan UN kemarin, banyak para remaja yang merayakannya dengan perayaan –maaf- seks, berzina, mencari hotel atau tempat untuk berzina, belum lagi rencana pesta bikini. Apa hanya itu? Tidak! Masih banyak lagi.
Indonesia darurat zina, rawan kriminalitas. Lalu apa yang harus kita lakukan. Apakah kita harus berteriak kepada orang-orang agar tak berzina? Bisa juga, tetapi tidak harus demikian juga. Seharusnya, ini semua sudah tercium oleh para pemerintah, bukan hanya mengeluarkan aturan, lalu membiarkan atau membuat aturan dengan kata ‘kecuali’ yang memihak pihak tertentu. Contohnya, minuman keras tidak boleh dijual diwarung-warung, tetapi tak masalah dijual di cafe, hotel atau supermarket. Nah, loh. Apa bedanya? Semestinya kalau tidak boleh ya harus tidak boleh. Haram tetap haram, halal tetap halal, jangan dicampuradukkan atau diubah seenaknya.Kabar prostitusi belakangan ini juga menjadi bukti bahwa Indonesia darurat akan zina, pelacuran dan kejahatan lainnya. Ini mesti benar-benar diberantas. Jangan sampai azab Allah keburu turun.
Bagaimana mencegahnya?
Seorang pendeta bermimpi bahwa anakya mengerling kepada seorang perempuan. Maka dicengkeramnya anaknya dan diingatkannya, “jangan melampaui batas anakku!” tiba-tiba pendeta itu jatuh dari pembaringan dan dia menjatuhkan istrinya pula. “begitulah Allah murka kepadamu (hanya memperingatkan, bukan mencegah secara nyata). Tidak ada satu kebaikan pun pada bangsamu.” (dikutip dari buku “Jangan Dekati Zina”. Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah)
Begitu halnya kita, pemerintah dan masyarakat. Bukan hanya memberitahu saja, tetapi juga ikut bergerak nyata. Sat-Pol PP harusnya diperintahkan bukan hanya menghancurkan pemukiman dan pasar-pasar yang dianggap illegal, tetapi harusnya juga menghancurkan tempat-tempat maksiat dan tempat-tempat yang berpotensi sebagai tempat pelacuran. Para Ulama juga harus sudah benar-benar perduli, bukan hanya berucap saja namun bertindak juga, para pemerintah juga bukan hanya sesukanya membuat aturan dan memilah-milih mana yang menguntungkan bagi dirinya, pun masyarakat bukan hanya sebagai penonton yang monoton. Wallahu‘alam
#RefreshYourMind
Dwi Purwanto

dwi purwanto#IndonesiaTanpaPacaranArtikelCintaRemajaHilangkan,zinaGaulFresh.com- Kalau kita meminta pengakuan dari para remaja khususnya, apakah perzinahan itu dosa? Pasti dijawab, dosa! Apakah perzinahan itu baik? Pasti dijawab, tak baik! Nah loh, namun, dizaman yang serba modern, zaman yang kakek-Nenek udah kayak anak ABeGe, zaman modern. Arus kehidupan amat membuai para penikmatnya, ditambah lagi, aturan...