Pada Suatu HariGaulfresh.com – Senin sampai minggu tetap saja jumlahnya tujuh hari, kegiatanku pun hanya seputar itu itu saja ke sekolah-rumah-aktifitas dakwah remaja. Tak ada yang berbeda selama ini, dari pagi sampai siang kegiatan di SMK kemudian sore sampai petang di TPA (Taman Pendidikan Al Qur’an) dengan aktifitas mengajar dan sebagainya. Sehingga target dakwah lebih banyak di dapat di dua tempat tersebut. Ada memang satu hari khusus untuk dakwah tim remaja, sabtu lah yang terpilih sebagai hari spesial bagiku.

Di hari itu target dakwah adalah remaja, materi-materi yang disampaikan juga seputar remaja, pematerinya juga meremaja banget. Lama rasanya tak menjadi penyampai materi, hanya bisa hadir dan menyimak, kemudian mengevaluasi. Tapi di hari itu, iya di hari itu masih di hari sabtu. Memang saya tidak menjadi pembicara pada saat itu, hanya saja ada yang begitu menyayat hati.

Sering sekali materi tentang hukum pacaran disampaikan, tapi respon pendengar (remaja) hanya sebatas “Oh”. Tapi pada hari itu, iya pada hari itu ada seorang remaja (yang hadir mengikuti kajian tentunya), ia meneteskan air matanya karena merasa telah dihinakan oleh mahluk yang bernama laki-laki. Meskipun tidak sampai kehilangan ‘mahkotanya’ tetap saja ia telah merasa hina, kehinaan itu ia dapat dari hubungan yang namanya pacaran. Bahkan sampai laki-lakinya berkata “jangan sok suci, memang sekarang kesucian sudah tak berarti lagi”.

Astagfirullah, begitu merasa hinanya gadis tadi dengan perkataan laki-laki tersebut. Ia menyesal telah coba-coba terjun ke dunia kelam yang namanya pacaran, padahal sebelumnya orang tuanya sudah begitu keras melarangnya untuk pacaran. Tapi entah setan mana yang berhasil menggodanya untuk melakukan hal tersebut. Ingat, meskipun tidak kehilangan ‘mahkotanya’ ia tetap merasa hina. Dari pacaranlah ia merasa dihinakan oleh laki-laki.

Sudah jelas tampak bahaya pacaran, masih mau coba? Sepertinya kalau yang masih ngeyel pacaran tuh seperti orang yang sudah tau api itu panas tapi tetap coba-coba pegang api. Apa namanya yang seperti ini? Kalau yang waras kayaknya gak akan mau menyentuh api yang jelas-jelas panas. Sobat, ingatlah bahaya ataupun tidak pacaran tetap haram hukumnya. Bahagia ataupun menderita dalam pacaran tetap dosa yang diperoleh.

Tunggu apa lagi? Pertimbangkan apa lagi? Ayooo tinggalkan pacaran dan segala aktifitas yang mendekati zina. Selama Allah masih sayang kepada kita, masih mau melirik dan menegur kita. Cepatlah sambut dan laksanakan seruannya. Kalau Allah sudah membenci kita, siapa yang dapat menolong? Adakah yang dapat menolong kesulitan kita selain Allah? Adakah yang dapat mencegah ketika Allah sudah berkehendak? Berpikir dan sadarlah wahai sobat.

 

 

Oleh: Sarah Mulyani (Kontributor Gaul Fresh)

sarah mulyani#IndonesiaTanpaPacaranCelotehHidayahMotivasibahaya atau tidak pacaran tetap haram,Bukan bahaya yang menyebabkan pacaran haram,sadarlah,segeralah bertaubat,tunggu apa lagiGaulfresh.com – Senin sampai minggu tetap saja jumlahnya tujuh hari, kegiatanku pun hanya seputar itu itu saja ke sekolah-rumah-aktifitas dakwah remaja. Tak ada yang berbeda selama ini, dari pagi sampai siang kegiatan di SMK kemudian sore sampai petang di TPA (Taman Pendidikan Al Qur’an) dengan aktifitas mengajar dan sebagainya....