PacaranGaulFresh.com – Fenomena pacaran bukanlah hal baru di lingkungan kita. Ada anggapan bahwa yang tidak punya pacar itu mereka yang tidak laku. Anggapan ini tidak hanya di kalangan muda, para orangtua pun banyak yang risih ketika anaknya belum punya pacar. Pertanyaan, “Sekarang sama siapa dik?” sering terlontar dari orangtua kepada anaknya begitu tahu anaknya putus dengan pacar yang dulu. Ini tentu saja memprihatinkan. Orangtua harusnya justru bertanya yang lebih menantang, “Kapan mau nikah dik” untuk menyalakan semangat anaknya segera menggenapi separuh agama.

Ada kisah nyata yang dialami teman, dia adalah teman kuliah di salah satu perguruan tinggi di Solo. Sebut saja namanya Raka. Dia berpacaran dengan Rika sejak semester 1. Hubungan mereka seolah sangat mesra (seharusnya tidak boleh dilakukan). Kemana-mana selalu bersama. Ada tugas dikerjain berdua. Pokoknya nempel abis kayak perangko. Banyak yang menduga keduanya akan sampai titik pelaminan.

Tapi ternyata empat tahun berselang, ketika sudah sama-sama lulus semua berubah. Rika menuntut Raka segera menikahi. Tidak hanya itu orangtua Rika malah menantang kalau belum siap menikahi, Raka dipersilakan meninggalkan Rika. Hancur sudah hati Raka.

Pacaran awalnya memang terlihat menyenangkan. Ada yang memperhatikan, menemani, deelel. Tapi ternyata pacaran memang tidak akan pernah mengajarkan kedewasaan dan tanggungjawab. Kalau lagi pacaran katanya, ‘Apapun akan kulakukan untuk sayang’ Tapi ternyata dituntut segera menikahi saja tidak berani.

Daripada bersibuk pacaran ria akan lebih baik fokus belajar dan bekerja demi persiapan menikah. Tidak masalah dianggap tidak laku karena tidak ada yang dibonceng. Kalau ada yang ngomng gitu jawab aja, “Aku bukan barang dagangan jadi tidak perlu laku-tidak laku” Buktikan saja bahwa tanpa pacaran justru membuat fokus dalam karya dan segera menghalalkan jika sudah waktunya.

Semoga dengan fokus pada belajar dan bersiap mengemban tanggungjawab menjadi suami/istri Indonesia akan bebas pacaran. Dimulai dari kita. Kalau ada sejuta atau sepuluh juta yang berfikiran sama dengan kita maka Indonesia benar-benar akan bebas pacaran.

Andi Ardianto (Kontributor GaulFresh dan Peminat Pendidikan)

Andi ardianto#IndonesiaTanpaPacaranini,melatih,pacaran,pernah,tidakGaulFresh.com - Fenomena pacaran bukanlah hal baru di lingkungan kita. Ada anggapan bahwa yang tidak punya pacar itu mereka yang tidak laku. Anggapan ini tidak hanya di kalangan muda, para orangtua pun banyak yang risih ketika anaknya belum punya pacar. Pertanyaan, “Sekarang sama siapa dik?” sering terlontar dari orangtua...